Sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Institut Pertanin Bogor (IPB), tengah menerapkan konsep ramah lingkungan atau green dalam menata kehidupan kampus. Pelan namun pasti, IPB berusaha mewujudkan empat elemen green campus, yakni green transportation, green movement, green energy dan green building.

Untuk ini, Forum Lingkungan IPB yang beranggotakan para aktivis lingkungan dari berbagai organisasi mahasiswa mengangkat satu program dengan tema Green Movement. Dalam forum ini tercatat 24 organisasi mahasiswa yang fokus di bidang lingkungan. BEM KM IPB turut ambil bagian dalam forum ini, ujar Menteri Pertanian dan Lingkungan Hidup, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) IPB, Robbi Aulia Helmi.

Ia menjelaskan, ada lima goal atau lima gerak kalaborasi untuk mendukung green movement ini, yakni ekolabeling kantin sehat, pengadaan ecobag yaitu tas kantong dari kain untuk belanja, pengadaan tumbler (tempat minum yang dapat isi ulang) untuk sivitas IPB, standardisasi tempat sampah dari hulu sampai hilir, dan tematik day dengan nama gerakan Hayu atuh.

Gerakan Hayu atuh adalah pelabelan hari-hari. Hari Senin, diberi nama Hayu Ecobag-an; hari Selasa, diberi nama Hayu Sapedahan; hari Rabu, diberi nama Hayu Nyunda dan Ngabatik; hari Kamis, diberi nama Hayu Nginggris; hari Jumat, diberi nama Hayu Jalan dan hari Sabtu diberi nama Hayu Joging.

Kegiatan atau aksi green movement yang selama ini telah dilakukan adalah menyelenggarakan kegiatan hari peduli sampah nasional pada tanggal 21 Februari lalu yang berkolaborasi dengan Forum Mahasiswa Pascasarjana (Wacana) IPB. Selanjutnya, bekerjasama dengan Direktorat Pengembangan Bisnis IPB melakukan aksi bersih-bersih di Jalan Babakan Raya Dramaga. Aksi ini juga didukung oleh paguyuban pedagang kios IPB. Kegiatan ini juga diramaikan dengan aksi penukaran botol plastik dengan ecobag, ujarnya. (Awl)