Setiap perguruan tinggi pasti memiliki peraturan dalam menjaga kebersihan di lingkungan kampus. Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam hal ini menerapkan peraturan berbeda dengan peraturan biasanya, di sini sivitas akademika IPB  bisa menukar sampah dengan souvenir yang menarik.


Hal ini dilakukan  Departenem Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (ESL FEM IPB) bekerjasama dengan Agrianita IPB, Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) Dinas Lingkungan Hidup Bogor, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Indonesia Green Action Forum (IGAF) dan BEM Fakultas Pertanian (Faperta) IPB.

Kegiatan tukar sampah dengan souvenir yang diberi nama “Hey Tukar Sampah Yo 202 (Hey Tayo 202)” dan mengusung tema “Sorting Your Garbage and Break Free from Plastic ini” dilakukan di empat titik yaitu  Koridor Fakultas Pertanian, Pelataran Agrimart 1, Koridor Fakultas Ekologi Manusia dan Kantin Fakultas Peternakan.  Di empat titik ini diharapkan menjadi simpul kumpulnya mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di IPB. “Coba  bayangkan banyaknya sampah yang berasal dari aktivitas 1.355 dosen,  2.700 tenaga kependidikan dan 30.000 mahasiswa. Menurut survei data kajian timbulan sampah IPB yang sudah dilaksanakan beberapa bulan lalu, sampah  di IPB sebanyak 551.325,82 kilogram atau setara dengan 12.094,38 meter kubik,” papar Ketua Kegiatan Hey Tayo 202, Bahroin Idris Tampubolon, SE, M.Si.

Kegiatan Hey Tayo 202 ini bertujuan mengedukasi mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya (penghasil sampah) di dalam kampus IPB. Hey Tayo 202 merupakan kegiatan  untuk memberikan apresiasi bagi sivitas akademika IPB yang sudah melakukan pemilahan sampah sesuai dengan kategorinya. Aktivitas tukar sampah ini di agenda rutin setiap bulan dengan memilih tanggal yang mudah diingat misalnya 202 ( 20 Februari), dan dikaitkan dengan agenda lingkungan hidup di bulan tersebut. “Dimana Februari terdapat Hari Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari,  sivitas IPB cukup membawa sampah anorganik  (plastik, kertas, karton, kaleng, dan sebagainya) untuk dapat ditukar dengan souvenir menarik. Dan untuk  sivitas yang sudah mendonasikan minimal satu goodie bag sampah akan mendapatkan apresiasi berupa satu paket makan siang, sedotan stainless, tumbler atau goodie bag secara gratis,” lanjut Bahroin.

Bahroin menambahkan, manfaat dari kegiatan Hey Tayo 202, agar civitas IPB bisa mendapatkan pendidikan bagaimana cara memperlakukan sampah yang mereka hasilkan setiap harinya. “Bagi pengelola sampah (Direktorat Umum, Sarana dan Prasarana) diharapkan gerakan ini dapat mempermudah untuk pengolahan sampah di tahap selanjutnya. Dengan para civitas dan aktivis IPB harus mulai peduli dengan lingkungan,  kurangi konsumsi plastik dan pilah sampah dengan cara yang baik. Sampah yang sudah terlanjur menumpuk itu bisa didonasikan ke kami melalui Hey Tayo ini.  Sampah yang terkumpul akan diserahkan ke Bank Sampah Induk Berbasis Aparatur (BASIBA) Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor,” jelas Bahroin.

Bahroin berharap ke depannya kegiatan Hey Tayo 202 ini dapat diduplikasi oleh masing-masing Organisasi Kemahasiswaaan (Ormawa) di fakultas atau lokasi yang mereka rencanakan. “Kegiatan tukar sampah ini dapat menjadi trigger dan public movement untuk mengubah kebiasaan membuang sampah dan meningkatkan Green Life Sytle agar dapat mensukseskan tujuan IPB menjadi Green Campus 2020,” tandasnya. (Awl/ris).