Plastik non ekonomis atau jenis plastik dengan nilai ekonomi rendah seperti kresek hitam, alumunium sachet, diapers serta alumunium foil masih menjadi tantangan bagi pengelolaan sampah  di Indonesia. Sebab, jenis plastik tersebut tidak memiliki banyak pilihan jalur daur ulang sehingga akhirnya dibiarkan menumpuk menjadi pencemar lingkungan. Dalam webinar Inovasi Konservasi Air, Kamis (22/10), Danone AQUA mendukung IPB University dan PT Oriplus meluncurkan Sumur Resapan Bijak Berplastik (Biber).

Inovasi sumur resapan yang bahan utamanya berasal dari plastik non ekonomis tersebut dinilai dapat mengurangi risiko banjir. Biber mencegah air hujan menjadi run off serta bermanfaat sebagai alat konstruksi sumur untuk menampung candangan air tanah sekaligus solusi penanganan lastik non ekonomis.

Launching Sumur Resapan Biber tersebut digelar untuk memperkenalkan sumur resapan sebagai langkah melakukan konservasi air dan pengelolaan sampah plastik non ekonomis serta menginspirasi publik agar membuat kolaborasi solutif untuk menyelesaikan  permasalahan lingkungan di Indonesia. Dan juga untuk menginsipirasi pemerintah daerah untuk menjadikan sumur tersebut sebagai alat konservasi terutama di daerah urban.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria dalam sambutannya mengatakan bahwa sumur resapan Biber karya dari Dr Nana Mulyana, peneliti IPB University dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) ini diharapkan dapat diimplemetasikan di berbagai kota di Indonesia. Terutama saat ini, dimana musim hujan mulai menghampiri dan risiko banjir tentu akan meningkat.

Dr Bambang Hendroyono, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengatakan dalam sambutannya bahwa masalah lingkungan hidup merupakan masalah bersama sehingga perlu sinergi dari semua stakeholder. “IPB University telah dikenal sebagai salah satu pelopor Green Campus di Indonesia dan memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem lingkungan di sekitar kampus bahkan di lingkungan luar kampus, ” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, “Salah satu langkah nyata IPB University dalam pengabdian kepada masyarakat adalah sumur resapan Biber ini yang dapat dijadikan sebagai bentuk penguatan barang ekonomi yang tepat guna sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam,” ujarnya.

Pemerintah daerah menyambut gembira atas peresmian inovasi sumur Biber tersebut karena menjadi jawaban terhadap masalah banjir, ekonomi, dan pengelolaan sampah yang buruk. Iwan Setiawan, selaku selaku Wakil Bupati Bogor berharap sumur resapan Biber tersebut dapat diaplikasikan pada beberapa titik wilayah yang rawan banjir dan kekurangan cadangan air bersih serta dapat membangun budaya daur ulang di masyarakat.

“Dengan adanya program inovasi ini mudah-mudahan bisa bermanfaat secara optimal untuk mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan di Kabupaten Bogor,” ungkap Iwan.

Vera Galuh, VP General Secretary Danone Indonesia mengatakan bahwa per tahunnya, Indonesia menghasilkan 6,8 juta ton sampah plastik. Sembilan persennya termasuk sampah non ekonomis yang berakhir di sungai. Maka penting adanya bagi para stakeholder untuk saling menjalin kolaborasi lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan untuk mengembangkan solusi yang inovatif untuk menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.
Sejalan dengan visi Danone, yaitu One Planet One Health, ia percaya bahwa kesehatan manusia akan hadir dari lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari gerakan Bijak Berplastik yang telah diiniasi sejak tahun 2018, kolaborasi dengan IPB University dan PT Oriplus dapat menjawab tantangan berat bersama serta upaya konservasi air. Rencananya, pada tahap pertama ini, sumur resapan Biber tersebut akan dikirimkan ke KLHK sebanyak 10 buah, Pemprov DKI Jakarta sebanyak 5 buah, Pemprov Jawa Barat sebanyak 5 buah, Istana Bogor sebanyak 5 buah, Istana Cipanas sebanyak  5 buah, Pemerintah Kabupaten Bogor 3 buah, Pemerintah Kota Bogor 3 buah serta  IPB University sebanyak 3 buah.

“Tidak berhenti di situ, tentunya sebagai salah satu kolaborator dalam inisiatif sumur resapan bijak berplastik ini, Danone AQUA juga  berkomitmen untuk terus menggunakan juga sumur resapan bijak berplastik yang sama pada 26 pabrik danone di Indonesia mulai tahun 2021-2025,” tuturnya.

Inovasi tersebut dapat dijadikan kesempatan bagi masyarakat luas untuk ikut turut serta dalam pelaksanaanya jika dinisiasi terlebih dulu oleh Pemerintah Pusat serta Daerah agar diketahui oleh masyarakat luas sebagai solusi permasalahan lingkungan bila dibarengi disipilin dan penggunaan air dengan baik. Di samping itu, dapat juga menjawab permasalahan ekonomi masyaralat karena dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

“Sumur bijak berplastik yang dikembangkan IPB University dan Danone ini betul-betul menjawab tiga isu tadi. Saya pikir ini akan menjadi menarik untuk diterapkan dan dilaksanakan secara masif,” tutur Dr Nana Mulyana. (MW/Zul)

Original article:

https://ipb.ac.id/news/index/2020/10/inovasi-sumur-resapan-bijak-berplastik-hasil-kolaborasi-ipb-university-dan-danone-aqua-resmi-diluncurkan/394c64f666a00fea53423c5acd4d24e2

Video disini