Lima mahasiswa IPB University berkesempatan mengikuti Korea International Water Week (KIWW) 2019 di Daegu, Korea Selatan, September lalu. Mereka adalah Muhammad Farid Al Faritsi, Supandi Hermawan, Muhammad Ridho Saputra Sanurbi, Muhammad Agung Sedayu dan Ummu Salamah Khoiriyah. Mereka adalah mahasiswa aktif yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Indonesian Green Action Forum (IGAF).

Mereka menjadi pembicara dan delegasi Indonesia dalam KIWW 2019 yang dikelola oleh Korea Water Forum. Acara ini merupakan perhelatan yang membahas tentang bagaimana mengatasi dan mencari solusi terhadap ketersediaan air bersih yang bekelanjutan, serta pemaparan tentang inovasi-inovasi terkait pengelolaan air bersih.

Cakupannya mengenai kepemimpinan global untuk mencapai Sustainable Development Goals (SDGs), mengimplementasikan solusi, menciptakan nilai ekonomi dan sosial serta bertukar fikiran. “Kegiatan yang dilakukan adalah pemaparan inovasi seputar air bersih yang dihadiri oleh 83 negara,” kata Supandi Hermawan.

Mereka membahas inovasi di bidang air untuk perkembangan sosial dan ekonomi yang bercermin pada isu air bersih di lingkungan. Contoh inovasi yang dibahas adalah pemanfaatan komoditi lokal seperti bambu sebagai alat atau bahan untuk menjernihkan air yang lebih ekonomis, mudah dan efisien bagi masyarakat. Inovasi lain yang dibahas adalah penjernihan air dengan menggunakan teknologi nano partikel.

Selain itu, Ummu Salamah Khoiriyah menambahkan bahwa acara ini sangat baik untuk diikuti, karena bisa menjadi tempat untuk belajar, menambah ilmu dan wawasan baru bagi para akademisi dan juga orang-orang yang bergerak di bidang lingkungan khususnya pengelolaan air bersih.

“Pada acara KIWW 2019 ini, kami diberikan kesempatan untuk menjadi pembicara untuk memaparkan inovasi yang kami bawa. Tidak hanya sebatas itu, di sini kami juga membawa kebudayaan Indonesia untuk diperkenalkan seperti batik, songket, dan tenun,” tutur Muhammad Ridho. (**/Zul)