Era diskrupsi memaksa seluruh elemen untuk bekerja secara cepat, tepat, dan terintegrasi untuk mencapai tujuan dengan cara yang lebih efektif. Begitu juga yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur, pengembangannya saat ini mulai mengaitkan berbagai disiplin ilmu.

Penerapan teknologi 4.0 dengan memperhatikan aspek lingkungan menjadi fokus pengembangan pembangunan infrastruktur saat ini.
Berbagai diskusi terkait pengembangan pembangunan infrastruktur dilakukan untuk memperbanyak wawasan yang berkembang cepat.

Salah satunya adalah Seminar Nasional Indonesian Civil and Environmental Festival 2019 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan (Himatesil), Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), IPB University di Auditorium Andi Hakim Nasution, Kampus IPB Dramaga (13/10).

Seminar dengan tajuk “Green Infrastructure toward 4.0 Development” ini mendiskusikan berbagai pengembangan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur yang memperhatikan aspek lingkungan. Infrastruktur menjadi dasar dalam kerangka pendekatan dan strategi adaptasi perubahan iklim.

Ir Bambang Rianto, MSc selaku keynote speaker memaparkan implementasi perencanaan tata ruang berwawasan lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat ini menyatakan bahwa saat ini perencanaan tata ruang harus berdasarkan pada konsep pembangunan yang berkelanjutan. Konsep ini memiliki dasar hukum yang sedang dikembangkan yaitu Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Dr Sudhiani Pratiwi selaku Deputi Director for Climate Change, Direktorat Lingkungan Hidup, Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur saat ini perlu memperhatikan adanya isu perubahan iklim seperti masa musim kemarau dan musim penghujan yang sulit diprediksi. “Ketidakpastian iklim mempengaruhi produksi pertanian, potensi banjir, dan lainnya,” tambahnya.

Ni Made Sasanti, Senior Vice President Head of Strategic Planning, Research, and Technology Division dari PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menuturkan bahwa BIM (Building Information Modelling) adalah suatu model dalam perencanaan pembangunan secara digital yang dilakukan dari awal sampai masa pemeliharaannya.
“BIM dinilai sangat menguntungkan karena dapat merancang dan mengetahui dahulu bentuk bangunan secara digital sebelum akhirnya dibangun. Sehingga, BIM dapat menjadi solusi untuk mengurangi terjadinya kesalahan yang mungkin terjadi dalam proses pembangunan. Juga daat diintegrasikan dengan software lain,” lanjut Ni Made Sasanti (AD).