Kelembagaan Menjadi Kunci Keberhasilan Green Campus

Pada Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020 bertema Menciptakan Sustainability Leaders dalam Transformasi Kampus Berkelanjutan secara online Prof Kitikorn...

IPB University menjadi Tuan Rumah Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020

IPB University menjadi tuan rumah Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020 bertema Menciptakan Sustainability Leaders dalam Transformasi Kampus Berkelanjutan...

Rektor IPB Apresiasi Inovasi Tim IPB Green Campus dan Danone

Prof. Dr. Arif Satria, selaku Rektor IPB University mengapresiasi inovasi pada program keberlanjutan di area Kampus IPB. “Kolaborasi Danone...

Danone dukung Green Campus IPB saat PSBB

Pemberlakuan  protokol kesehatan seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sejumlah daerah merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mencegah...

Dukung Green Campus Dept. ESL FEM IPB Gelar Jumsih

Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan (ESL), FEM IPB University melaksanakan kegiatan Jumsih (Jumat Bersih) untuk mensukseskan program IPB Green Campus,...
Green Energy, Green Movement, Green People
Kelembagaan Menjadi Kunci Keberhasilan Green Campus
Green Movement, Green People
IPB University menjadi Tuan Rumah Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020
Caring for Environment, Green Movement, Green People, Green Space
Rektor IPB Apresiasi Inovasi Tim IPB Green Campus dan Danone
Caring for Environment, Green Movement, Green People
Danone dukung Green Campus IPB saat PSBB
Green Movement, Green People, Info GC, News
Dukung Green Campus Dept. ESL FEM IPB Gelar Jumsih
Green Movement, Green People

CTSS IPB University Dorong Anak Muda Buka Isolasi Desa, Jadikan Desa sebagai Tambang Emas Berkarir

Center for Transdisciplinary an Sustainability Science, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (CTSS LPPM) IPB University mendorong anak-anak muda Indonesia untuk membuka isolasi desa dan menjadikan desa sebagai tambang emas berkarir. Hal ini terungkap dalam Graduate Student Monthly Sustainability Seminar ke-7 yang belum lama ini digelar.  Seminar yang dilakukan secara daring ini membahas tentang Spedagi Movement untuk Era Kehidupan Baru COVID-19.

Dr Neviaty P Zamani, dosen IPB University yang juga Head of Outreach and Capacity Building, CTSS IPB University yang menjadi moderator acara  menjelaskan kegiatan seminar daring ini dimaksudkan untuk membuka wawasan dan motivasi mahasiswa pasca dalam pengembangan karir ke depan dengan menjadikan kawasan pedesaan sebagai salah satu  peluang yang menjanjikan untuk dijajaki di era kehidupan baru COVID-19. Topik pembangunan desa dipilih karena saat ini Indonesia memiliki 74.954 desa. Di era keterbukaan informasi yang sudah menjangkau pedesaan, merupakan suatu peluang kerja yang menjanjikan dengan mengembangkan potensi yang ada di pedesaan dan mengangkatnya ke kancah global/internasional melalui berbagai media informasi.  Isolasi pedesaan harus dibuka, tapi tetap dengan mempertahankan keasrian dan kenyemanan suasana pedesaan.

Topik yang diangkat CTSS kali ini yaitu “Spedagi Movement untuk Era Kehidupan Baru” diharapkan dapat membuka wawasan dan motivasi mahasiswa pasca untuk berinovasi dalam pembangunan pedesaan dan membuka isolasi pedesaan, sehingga generasi muda Indonesia ke depan akan melihat desa adalah tambang emas dalam membangun karir mereka. Dalam pembangunan desa, lanjut Neviaty, harus tetap memperhatikan potensi desa masing-masing karena setiap desa memiliki kekhasan sendiri. Pembangunan desa juga disarankan tidak boleh berlebihan dan tidak berpacu pada konsep materialistik yang berdampak pada masstourism yang berpotensi menghancurkan potensi desa.

Singgih Susilo Kartono dihadirkan untuk memaparkan pengalamannya dalam membangun karir di pedesaan, dengan membuka isolasi pedesaan tanpa mengubah kaidah-kaidah kehidupan pedesaan, namun dapat membawa citra pedesaan ke dunia internasional. Perjalanan kehidupan Singgih sangat menarik untuk pembelajaran bagi mahasiswa pasca dalam menyiapkan diri setelah tamat untuk terjun di tengah masyarakat.

Ketahanan pedesaan juga terbukti di era COVID-19, dimana Singgih menjelaskan berbagai kekacauan di dunia saat ini tidak terlalu besar dampaknya terhadap pedesaan.

Lebih lanjut Singgih menerangkan dalam berbagai krisis seperti krisis yang terjadi saat ini, desa tidak sepenuhnya terkena dampak. Dengan kata lain, desa seperti menjadi buffer bagi krisis yang terjadi secara besar-besaran terutama krisis yang terjadi di perkotaan.

Melihat fenomena ini dan inspirasi dari ramalan Alvin Covler pada buku Future Shock, Singgih memberanikan diri kembali ke kampung halamannya setelah menamatkan studi sarjana di Bandung. Di kampungnya, ia membuktikan potensi desa yang luar biasa dengan produk-produk lokal. Keprihatinannya terhadap potensi desa itu mendorong Singgih untuk melahirkan Spedagi (Sepeda Pagi), yaitu sebuah gerakan revitalisasi desa dengan icon sepeda bambu.
Di samping itu, ia juga berhasil menghasilkan sebuah pemikiran yang bernama cyral spiriterial.

“Cyral Spiriterial adalah sebuah skenario yang saya susun untuk menjelaskan tentang apa yang telah terjadi, sedang terjadi dan apa yang seharusnya kita (masyarakat dunia) lakukan jika kita ingin mewujudkan cita-cita keberlanjutan kehidupan global,” kata Singgih.
(RA)

Original article: 

https://ipb.ac.id/news/index/2020/08/ctss-ipb-university-dorong-anak-muda-buka-isolasi-desa-jadikan-desa-sebagai-tambang-emas-berkarir/a3d41e597251ad35da813e949d5665cf

Green Movement, Green People

Dosen Mengabdi IPB University Gerakkan Remaja Kelola Bank Sampah

Pakuan Regency merupakan salah satu perumahan di Kota Bogor yang letaknya di dekat Kampus IPB Dramaga. Pakuan Regency dibangun sejak tahun 2008. Perumahan ini terdiri dari enam cluster yang setiap clusternya terdiri dari lebih dari 100 rumah. Sehingga dapat dibayangkan berapa banyak sampah yang dihasilkan dari warga di perumahan ini.

Mengingat pentingnya pengelolaan sampah di wilayah perumahan tersebut, Dr A Faroby Falatehan, dosen IPB University dari Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) terpikir pentingnya membangun bank sampah sebagai salah satu cara untuk membantu pemerintah dalam menangani pengelolaan dan pengolahan sampah, khususnya di kawasan tersebut. Selain itu dengan adanya bank sampah, maka hal ini dapat menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih. 

Dibingkai dalam kegiatan Dosen Mengabdi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University, Dr Faroby menginisiasi bank sampah berbasis remaja di Perumahan Pakuan Regency Bogor. Launching bank sampah yang dinamakan Banks Sampah Pakuan Regency atau disebut dengan Bank BSPR telah dilakukan pertengahan September lalu.

Direktur BSPR yang ditunjuk adalah Zakky Muhammad Noor, mahasiswa IPB University yang juga Ketua Himpunan Profesi Mahasiswa Departemen ESL periode 2018/2019.  Menurut Dr Faroby, BSPR ini bisa dikatakan unik atau langka, karena dimotori oleh para remaja, dimana biasanya bank sampah lebih banyak didominasi oleh ibu-ibu. Tetapi dalam melakukan aktivitasnya, Bank BSPR ini pun turut bekerjasama dengan ibu-ibu di lingkungan perumahan tersebut.   (**/Zul)

 

Original article:

https://ipb.ac.id/news/index/2020/09/dosen-mengabdi-ipb-university-gerakkan-remaja-kelola-bank-sampah/a0576fd8a184ecb4bbe1d56554d1883a

Green Movement, Green People

LPPM IPB University Bersihkan Aliran Sungai Ciapus di Kelurahan Margajaya

Pimpinan dan staf Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), IPB University ikuti kegiatan “Margajaya Bersih”. Yakni kegiatan yang menyusuri Sungai Ciapus untuk membersihkan sampah di sekitar sungai dan pemangkasan pohon. Kegiatan ini juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Regaci (Relawan Giat Cisadane), Tim Kelurahan Margajaya, RW 3 dan 4 Kelurahan Margajaya, Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta warga di sepanjang sungai.

Gerakan “Margajaya Bersih” yang diadakan oleh Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor ini digelar dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75. Partisipasi dari tim LPPM IPB University untuk membantu membersihkan sungai ini sangat disambut baik oleh pihak Kelurahan Margajaya.

Pada kesempatan ini, Dr Ninuk Purnaningsih, Asisten Wakil Kepala LPPM mengatakan, meskipun sampah yang berserakan masih cukup banyak, namun pada jalur sungai tersebut banyak dijumpai tanaman bambu dan pohon-pohon rindang yang membuat sejuk meskipun matahari sedang terik.

Pada kesempatan ini, Agus Sapsilo, Lurah Margajaya menyebutkan bahwa jalur sungai dari Ciherang sampai ke depan kantor Kelurahan Margajaya, rencananya akan dijadikan jalur wisata susur sungai. (LPPM/Zul)

Original article:

https://ipb.ac.id/news/index/2020/08/lppm-ipb-university-bersihkan-aliran-sungai-ciapus-di-kelurahan-margajaya/b8117e298904e6fde65567bb13d96194

<-- jasa pembuatan website -->