Kelembagaan Menjadi Kunci Keberhasilan Green Campus

Pada Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020 bertema Menciptakan Sustainability Leaders dalam Transformasi Kampus Berkelanjutan secara online Prof Kitikorn...

IPB University menjadi Tuan Rumah Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020

IPB University menjadi tuan rumah Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020 bertema Menciptakan Sustainability Leaders dalam Transformasi Kampus Berkelanjutan...

Rektor IPB Apresiasi Inovasi Tim IPB Green Campus dan Danone

Prof. Dr. Arif Satria, selaku Rektor IPB University mengapresiasi inovasi pada program keberlanjutan di area Kampus IPB. “Kolaborasi Danone...

Danone dukung Green Campus IPB saat PSBB

Pemberlakuan  protokol kesehatan seperti PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di sejumlah daerah merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mencegah...

Dukung Green Campus Dept. ESL FEM IPB Gelar Jumsih

Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan (ESL), FEM IPB University melaksanakan kegiatan Jumsih (Jumat Bersih) untuk mensukseskan program IPB Green Campus,...
Green Energy, Green Movement, Green People
Kelembagaan Menjadi Kunci Keberhasilan Green Campus
Green Movement, Green People
IPB University menjadi Tuan Rumah Forum National Sustainability Leaders Meeting 2020
Caring for Environment, Green Movement, Green People, Green Space
Rektor IPB Apresiasi Inovasi Tim IPB Green Campus dan Danone
Caring for Environment, Green Movement, Green People
Danone dukung Green Campus IPB saat PSBB
Green Movement, Green People, Info GC, News
Dukung Green Campus Dept. ESL FEM IPB Gelar Jumsih
Green People

Calon Wisudawan IPB University dapat Ilmu Sukses dengan Peduli Lingkungan

Sukses pada dasarnya dapat ditempuh melalui berbagai cara, salah satunya adalah dengan menjaga alam.

“Sukses dapat diraih dengan mencintai alam dan satwa, melindungi, merawat, mensejahterakan, dan dengan menjaga keseimbangan alam,” ucap Aloysius Odysey Sanco, seorang musisi Yogyakarta yang juga aktivis pencinta alam dan hewan dalam Studium Generale Pra Wisuda IPB University, (24/8).

Lebih lanjut Aloysius menyampaikan kisahnya yang tidak disangka hobinya melindungi alam dan satwa dapat menghantarkannya keliling dunia.

Dari pengalamannya tersebut, ia mengajak lulusan IPB University untuk turut serta peduli terhadap lingkungan dan satwa liar. Ia juga menyampaikan bahwa potensi tren global dalam berkarir dapat dengan peduli lingkungan dan satwa.

Dengan melindungi alam dan satwa inilah, grup band Shaggy Dog, bisa keliling dunia. Adanya kesamaan pandangan antar sesama band Shaggy Dog Yogyakarta, tentang memperlakukan satwa dengan rasa hormat dan kasih sayang yang pantas mereka terima, akhirnya bersepakat membentuk organisasi nirlaba dengan nama Animal Friends Jogja (AFJ).

Menurutnya, satwa adalah individu yang tak tergantikan dengan kepentingan moral yang signifikan sehingga kesejahteraan mereka harus dipertimbangkan dengan serius. Ini termasuk hak untuk hidup bebas dari penderitaan dan eksploitasi.

“Kami juga mendukung kehidupan berkelanjutan dalam keseimbangan alam dan menghormati hubungan simbiosis manusia dengan siklus ekologi alami bumi,” paparnya.

Nama Animal Friends Jogja (AFJ) resmi terdaftar sebagai organisasi berbadan hukum dan telah terdaftar sebagai anggota International Organization for Animal Protection (OIPA) sejak Oktober 2012. AFJ adalah founding member koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) dan aliansi Act For Farmed Animals (AFFA), anggota Open Wing Alliance (OWA) dan Asia For Animals Coalition.

Aloysius yang juga merupakan vegan (tidak mengkonsumsi daging) menyampaikan banyaknya eksploitasi yang terjadi. Menurutnya, banyak kekejaman terhadap binatang yang terjadi karena hutan Kalimantan hilang, sehingga habitat hewan pun hilang. Di samping itu, daging anjing masih banyak di konsumsi, lumba-lumba yang dimanfaatkan untuk pertunjukan, serta kuda yang dibuat angkutan.

Ia juga tidak mengkonsumsi minyak sawit karena menurutnya perkebunan sawit menghilangkan banyak hutan. Melalui organisasinya, Shaggy Dog berusaha mengkampanyekan apa yang  seharusnya bisa dilakukan.

“Kami kampanyekan agar Indonesia bebas dari perdagangan anjing. Kami pun melakukan penyuluhan kusir, perawatan kuda, biar kuda lebih sejahtera, untuk kuda bisa lebih sehat, kusir sejahtera, kuda sejahtera, kami berupaya membantu kampanye ayam petelur. Ayam seharusnya yang sehat tidak di kandang, bisa dilepaskan, bisa melakukan perilaku alamiah, ini juga menjadi peluang usaha lulusan IPB University,” tambahnya.

Ia berharap akan banyak peran lulusan perguruan tinggi terlibat untuk suksesnya kampanye melindungi lingkungan dan satwa ini. Menurutnya, dengan peduli dengan alam dan  kesejahteran satwa  merupakan ciri masyarakat berpendidikan.

Tidak hanya itu,  edukasi juga dilakukan kepada anak-anak. “Satwa memang harus sejahtera, kita mulai edukasi ke anak-anak, kampung- kampung,  sekolah-sekolah juga didorong untuk memberikan edukasi ke anak-anak, anak-anak merupakan penerus masa depan indonesia juga,” pungkasnya.

Dalam sambutannya, Asisten Direktur Pembinaan Karir, Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir, IPB University, Handian Purwawangsa menyampaikan selamat kepada calon wisudawan  yang akan diwisuda pada tanggal 26 Agustus 2020.

Handian mengaku, melalui Sub Direktorat Pengembangan Karir, lulusan akan difasilitasi sesuai minat dan bakatnya, misalnya kewirausahaan atau pun profesaional akan dibantu dalam pencapaian karir lulusan.

Ia menyampaikan acara studium generale pra wisuda ini  merupakan acara untuk berbagi kepada calon lulusan IPB University. Melalui cara webinar ini, merupakan bentuk cara new normal. “Sebelumnya, tidak pernah terpikir dan terbayangkan wisuda secara online, semoga acara wisuda berlangsung dengan baik, tidak mengurangi kesan bagi wisudawan,” tuturnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan Rektor seringkali dalam berbagai kesempatan menyampaikan, salah satu tujuan memfasilitasi minat bakat mahasiswa adalah salah satu cara  bagaimana  menghasilkan lulusan dengan karakter yang dibutuhkan di era dan jaman penuh perubahan ini. Agar menjadi lulusan pembelajar,  lincah, inovatif serta adaptif terhadap perubahan, hal tersebut perlu dilakukan oleh lulusan bagaimana beradaptasi di situasi yang baru sekarang ini. (*/RA)

Original article:

https://ipb.ac.id/news/index/2020/08/calon-wisudawan-ipb-university-dapat-ilmu-sukses-dengan-peduli-lingkungan/2254fa1fbcf58781ee1b5919d2a496f5

Green Movement, Green People

Kemandirian dan Ketahanan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal

Perkembangan teknologi membuat gaya hidup dan pola konsumsi pangan masyarakat berubah. Pangan tradisional yang beraneka ragam sudah mulai menurun konsumsinya di masyarakat. Padahal pangan ini biasanya kaya dengan kandungan gizi yang seimbang. Konsumsi pangan instan justru yang meningkat. Padahal makanan instan mengandung zat lemak yang tinggi yang bisa menyebabkan kelebihan kolesterol. 

“Konsumsi pangan instan mengandung tinggi lemak terutama lemak jenuh, kolesterol dan rendah serat meningkat. Hal ini menyebabkan terjadinya permasalahan kesehatan seperti penyakit obesitas, hipertensi, diabetes dan sindrom metabolik lain. Kondisi ini harusnya bisa diantisipasi,“ ungkap Prof. Clara Meliyanti Koesharto, Guru Besar IPB University bidang Pangan dan Gizi dalam kegitan webinar FEMA WISE (14/7).

Menurutnya upaya antisipasi bisa dilakukan dengan memanfaatkan pangan yang menyehatkan dalam jumlah cukup dengan menjaga kondisi lingkungan tetap baik. Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman ekosistem pangan. Tidak kurang dari 200 jenis tumbuhan biji dan kacang, 450 jenis buah dan 250 jenis sayur-sayuran. Begitu juga dengan sumberdaya laut yang memilki keanekaragaman yang tinggi.

“Jumlah koleksi sumberdaya genetik badan penelitian dan pengembangan pertanian mencatat, tanaman pangan yang tercatat saat ini adalah sebanyak 5.529, sebanyak 584 buah, bahkan terdapat 4.438 sayur-sayuran. Potensi ini bisa dimaksimalkan lagi dengan riset dan implementasi dalam bentuk kebijakan dan pengembangan produk lokal,” tutup Prof. Clara Meliyanti.

Selanjutnya Dr. Yayuk Farida Baliwati, dosen IPB University sekaligus pakar Manajemen Sumberdaya Pangan dan Gizi mengungkapkan pentingya pangan berbasis sumberdaya lokal. Jumlah penduduk yang terus meningkat harus diimbangi dengan kebutuhan pangan yang cukup. Namun, pemenuhan pangan ini harus melihat pelestarian fungsi dan kualitas sumberdaya alam. 

“Keberlanjutan ekosistem pangan harus memperhatikan penduduk, kesehatan, dan lingkungan hidup baik alam maupun sosial. Tolak ukur keberlanjutan sistem pangan bisa dilihat dari sisi kuantitas dan kualitas ketersediaan dan konsumsi pangan sesuai dengan kecukupan gizi seimbang. Pangan yang diutamakan adalah pangan lokal untuk mengurangi dampak negatif kerusakan lingkungan,” ungkap Dr Yayuk.

Menurutnya, penting untuk merancang perencanaan pangan berbasis pada pangan lokal. Setiap daerah memiliki sumberdaya yang berbeda dan unik, sehingga tiap daerah harus membuat rancangan sesuai potensi wilayahnya. Harapannya kebutuhan pangan bisa dipenuhi oleh masing-masing daerah sendiri. Tentu saja hal ini memerlukan kerjasama dari seluruh pihak, baik pemerintah, akademisi, dan stakeholder yang lainya. (NA/Zul)

Original article: 

https://ipb.ac.id/news/index/2020/08/kemandirian-dan-ketahanan-pangan-berbasis-sumber-daya-lokal/14219a9a7bcd4b158a0eb4ea183975a2

Green People

Dosen IPB University Bagi Tips Buat Akuarium Hias Sederhana Saat WFH

Empat dosen IPB University dari Sekolah Vokasi yaitu Wida Lesmanawati, Giri Maruto Darmawangsa, Dian Eka Ramadhani dan Amalia Putri Firdausi berbagi tips membuat akuarium sederhana sebagai kegiatan seru saat work from home (WFH).

Ikan-ikan kecil yang berwarna warni dapat menjadi teman selama masa karantina di rumah. Melihat ikan berenang dengan anggunnya membuat hati tenang dan bahagia, ditambah wadah pemeliharaan yang indah dapat menjadi hiasan rumah baik di ruang tamu, di ruang keluarga atau di meja kerja. Membuat akuarium hias tidak perlu biaya mahal dan tidak perlu repot. 

Berikut tahapannya;

1. Menyiapkan wadah.

Pilihlah wadah di sekitar rumah yang transparan (disarankan berbahan kaca/plastik bening) dan yang sekiranya akan indah ketika dipajang. Wadah yang dipilih dapat berupa toples kue, gelas, mangkuk tinggi, dan lain-lain. Wadah ini selanjutnya disebut akuarium.

2. Menambahkan aksesoris.

Tambahkan aksesoris sesuai kebutuhan ke dalam akuarium. Aksesoris dapat berupa tanaman hidup (jenis anubias, kadaka, windelov, dan lain-lain), tanaman plastik atau benda-benda hias lainnya. Substrat dapat ditambahkan ke dalam akuarium. Selain untuk lebih mempercantik akuarium juga dapat membuat air terlihat bening lebih lama. Substrat dapat berupa pasir bali, pasir malang, batu-batu hias atau kelereng.

3. Mengisi air.

Akuarium diisi air secara perlahan sampai batas 2-3 cm dari atas permukaan, kemudian dibiarkan selama 1-2 hari. Jika sumber air berasal dari PAM, maka air dibiarkan lebih lama agar kaporit di dalam air hilang. 

4. Menebar ikan.

Masukkan ikan ke dalam wadah secara perlahan. Adaptasikan ikan terlebih dulu dengan cara menaruh wadah yang berisi ikan di atas permukaan akuarium selama 5-10 menit, lalu sedikit demi sedikit tuangkan air akuarium ke dalam wadah yang berisi ikan tersebut, kemudian ikan dilepaskan ke dalam akuarium. Proses ini disebut aklimatisasi yang bertujuan agar ikan dapat beradaptasi dengan lingkungannya yang baru.

Jumlah ikan yang ditebar tergantung pada jenis ikan yang akan dipelihara apakah ikan tunggal seperti cupang atau ikan berkelompok seperti platy, moly, dan guppy. Untuk jenis ikan tunggal sebaiknya dipelihara sebanyak 1 ekor per akuarium, sedangkan untuk ikan berkelompok dapat dipelihara sebanyak 3-5 ekor per akuarium. Selain itu, jumlah ikan yang akan dipelihara juga bergantung pada ukuran ikan (semakin besar ukuran ikan semakin sedikit jumlahnya) dan ukuran wadahnya (semakin kecil ukuran wadah semakin sedikit ikannya). 

5. Memberi makan ikan.

Pemberian pakan pada ikan tidak perlu sampai kenyang, cukup sebatas memenuhi kebutuhan basal tubuh ikan. Pemberian pakan dilakukan sedikit demi sedikit, jika ada sisa pakan segera dibuang. Semakin banyak pakan yang diberikan maka semakin cepat airnya keruh. 

6. Menjaga kualitas air.

Air diganti secara berkala ketika air sudah mulai terlihat keruh (sekitar 3-7 hari sekali). Jika menggunakan tanaman hidup dan atau substrat, biasanya pergantian air dapat dilakukan lebih lama. Pergantian air dilakukan dengan cara mengeluarkan tanaman dan memindahkan ikan beserta air pemeliharaannya ke wadah penampungan sementara, kemudian sisa air di akuarium dibuang. Akuarium, substrat atau aksesoris lainnya dicuci dengan air bersih, selanjutnya disusun kembali dalam akuarium seperti semula. Akuarium diisi kembali dengan air bersih (air pengganti sudah didiamkan beberapa hari sebelumnya) dan ikan dimasukkan ke dalam akuarium dengan dilakukan aklimatisasi terlebih dahulu.

Demikian tips singkat cara memanfaatkan barang-barang di sekitar rumah untuk dijadikan akuarium hias. Nantikan tips seri kedua yang akan membahas tentang cara memilih jenis ikan yang cocok dipelihara di akuarium hias. Selamat mencoba….(*/Rza/zul)

Original article:

https://ipb.ac.id/news/index/2020/07/dosen-ipb-university-bagi-tips-buat-akuarium-hias-sederhana-saat-wfh/07953877a2e14b2d31be2123b3b4dd2d
<-- jasa pembuatan website -->