Tag

sampah

Green Movement, Green People, Info GC, News

Dukung Green Campus Dept. ESL FEM IPB Gelar Jumsih

Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan (ESL), FEM IPB University melaksanakan kegiatan Jumsih (Jumat Bersih) untuk mensukseskan program IPB Green Campus, Jumat (28/2/2020). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Departemen ESL, Dr. Ahyar Ismail dan Sekretaris Institut IPB University, Dr. Aceng Hidayat.

Dalam keterangannya, Aceng Hidayat berharap, kegiatan Jumsih yang diikuti oleh para staf dan pendidik di lingkungan ESL, Himpunan Profesi ESL REESA dan pelajar magang ini dapat berjalan secara kontinu.

Semoga kegiatan pembersihan rumput-rumput di taman ESL, pemeliharaan tanaman, penanaman pohon buah serta pembuatan lubang biopori bisa diikuti oleh seluruh Departemen di IPB.

Pada kegiatan Jumsih ini, rumput-rumput yang dibersihkan di taman, akan digunakan untuk dijadikan kompos di lubang-lubang biopori. “Kedepannya, sisa-sisa sampah organik di lingkungan kampus seperti limbah makanan dan buah-buahan akan dimasukkan dalam lubang biopori yang sudah dibuat,” tambah Aceng.

 

“Kompos tersebut nantinya akan digunakan untuk memupuk tanaman yang ada di sekitar kampus. ini merupakan praktek sirkular ekonomi,” ungkapnya.

Caring for Environment, Green Movement, Green People, Info GC, News

Himagreto IPB Sukseskan Green Campus IPB

Untuk mensukseskan program “IPB Menuju Green Campus 2020” dan memperingati Hari Peduli Sampah Nasional, Himpunan Mahasiswa Agrometeorologi (Himagreto) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan kegiatan Gerakan Cinta Lingkungan di sekitar kampus IPB Dramaga, Bogor (27/02/2020). Gerakan Cinta Lingkungan atau Gertakan merupakan salah satu program kerja Divisi Sosial dan Lingkungan Himagreto yang berfokus pada kelestarian dan kebersihan lingkungan Kampus IPB. Adapun di kegiatan Gertakan tersebut, Himagreto mengajak mahasiswa IPB untuk menukarkan sampah botol plastik dengan barang yang lebih bermanfaat dan dapat dipakai berulang kali. Barang yang dapat ditukarkan yaitu berupa totebag, tumbler, stainless straw, sapu tangan, dan OVO. Barang tersebut bisa didapatkan sesuai banyaknya botol plastik yang berhasil ditukarkan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh penyelenggara.

 

“Kegiatan ini mempunyai sasaran menyadarkan mahasiswa akan pentingnya mengurangi penggunaan plastik, serta mengajak mahasiswa untuk membuang sampah dengan memperhatikan jenis sampah dan tempat sampahnya, supaya sampah yang terkumpul nantinya bisa diolah kembali dan dimanfaatkan dengan baik”, Jelas Annida Fauziyyatul Afifi selaku penanggung jawab kegiatan.

 

 “Kegiatan Gertakan ini diikuti oleh 30 mahasiswa IPB dengan antusias dan respon yang sangat baik. Hal ini terbukti dengan hadirnya mahasiswa yang membawa sampah botol plastik sebanyak 2 karung trash bag, serta rela menunggu dan mengantri kegiatan tersebut sebelum dimulainya operasi penukaran sampah”, imbuh Annida.

 

Sampah botol plastik yang dikumpulkan terdiri dari botol plastik ukuran 600ml dan 1500ml. Jumlah sampah botol plastik yang berhasil dikumpulkan yaitu lebih dari 5 karung trash bag. Selanjutnya, sampah botol plastik ini akan diolah kembali dan dimanfaatkan menjadi barang yang memiliki nilai artistik dan ekonomi.

 

“Kegiatannya seru banget, selain kita mendapatkan reward, secara tidak langsung juga menyadarkan kita akan pentingnya mengurangi sampah plastik dan memotivasi kita untuk berperan aktif peduli pada lingkungan sekitar”, tutur Arsy Atika salah satu partisipan.

Green Movement, Green People, Info GC, News

Bem KM IPB Dukung Program Pengelolaan Sampah Kampus

Penanggung jawab Implementasi Green Campus 2020, Aceng Hidayat menuturkan, tujuan adanya Green Campus ialah menghadirkan keberlanjutan dan gaya hidup sehat di kampus. Indikator tercapainya Green Campus diantaranya berkurangnya emisi, efisiensi energi, zero waste, hemat dan konservasi air, kelestarian biodiversitas dan terciptanya budaya hidup sehat.

Aceng juga mengurai, dalam pemeringkatan kampus hijau versi UI Green Metrics contohnya, faktor penilaian antara lain berupa indikator-indikator ketaatan dan regulasi lingkungan, manajemen sumber daya air, efisiensi energi dan perubahan iklim, manajemen limbah, transportasi, biodiversitas dan infrastruktur.

Terkait pengelolaah sampah,  Aceng menegaskan, saat ini IPB telah melakukan proses pengolahan sampah secara alami. Salah satunya, sampah dimasukkan dalam lubang resapan biopori.

“Sampah-sampah dapat menghasilkan sesuatu yang lebih bermanfaat. Tantangan terbesar dalam menjalankan Green Campus adalah perubahan perilaku. Sampah menjadi tanggung jawab kita bersama,”  ucap  Aceng.

Wakil Presiden Mahasiswa IPB, Maliki Febriantono mengatakan, mahasiswa siap menjadi agen perubahan dan mengawal pengelolaan sampah 3R (Reuse, Reduce, Recycle) di lingkungan kampus. 

Mahasiswa diharapkan dapat menjadi contoh, mengajak, dan berkomitmen untuk memilah dan mengurangi sampah yang sangat besar. “Langkah-langkah kecil dapat memberikan perubahan yang signifikan di kampus,“ kata Maliki.

<-- jasa pembuatan website -->